HUPLAAAA…IT WORK! IT CHANGED!

Today, I got something… How to change keyboard layout from 1 language into another language, it so easy -especially for Turkish languange keyboard layout-!

How it works??? Let’s read below the explanation 🙂

 

Keyboard Layout

To change the keyboard layout for an installed keyboard language go to control panel and open the Keyboard Properties dialog box, click the Language tab,click the Add button to select the Turkish-Q keyboard layout you want to use, and then click OK. After closing the control panel and returning to Widows you will be able to select English or Turkish-Q keyboard usage from the taskbar. Once you have done this, when you switch to your Turkish keyboard layout the keys are set up basically the same but now the following exceptions apply

  • Turkish-Q Keyboard Layout Map
  • . = ç    > = Ç
  • [ = ğ    { = Ğ
  • ; = ş    : = Ş
  • ' = i    " = İ
  • , = ö    < = Ö
  • ] = ü    } = Ü

Keybord Layout jpg

Here is the resulting Q-Turkish Keyboard layout, you can stick small labels on these keys if you wish, to remind yourself of the positions of the Turkish letters. The Turkish and English Undotted Capital Letter I is to be found at the normal letter I position on the English QWERTY keyboard layout. Turkish Lower case Undotted ı is the “i-key”

(From site: http://www.turkishlanguage.co.uk/alphabet.htm)

I hope you enjoy it ^_^

Cool website for learn Japanese !!!

I found some sites on network, guys. Alhamdulillah…from that sites, I can learn more more and more about Japanese language 🙂 How lucky me!

Check it out, guys !

http://japanesenovels.wordpress.com , a japanese woman site. And this site about novels are translated by her. Cool!!!

http://nihongo-e-na.com, this site is portal learning japanese. Lot of thing here, guys.

http://www.bauddha.net, we can read same novel (not complete novel, but only a chapter) in Japanese and English. How awasome!!!

So, come on read them guys!!!

JLPT oooh JLPT

ImageJLPT oooh JLPT… Engkau membuatku galau…

Beginilah anak bahasa Jepang. Siapa sih yang g kenal Noken/ JLPT alias ujian kemampuan bahasa Jepang. Bagi para pecinta bahasa Jepang pasti pingin ningkatin kemampuan berbahasanya lewat ikutan ujian ini. Yaaa…semacam TOEFLnya bahasa Jepang-lah… Noken ini biasa diadakan 2 kali dalam 1 tahun. Biasanya diadakan sekitar bulan Juni/Juli dan bulan Desember.

Ujian bulan Juli ini aku tidak ikut. Masalahnya aku belum prepare. InsyaAllah aku akan menyiapkan diri sebaik-baiknya untuk mengikuti Noken bulan Desember nanti. N2! Harus LULUS! Biasanya perusahaan asing -khususnya PMA- akan mempertimbangkan lebih bagi para pelamar yang memiliki sertifikat JLPT min. N2 atau ia pernah 2/3 tahun tinggal di Jepan sana.

Searching bout topik yang satu ini, membuatku jedag jedug g karuan. Pasalnya level yang akan ku ikuti tersebut level advance maaaaan…

Yakin, BISA mey!

Man jadda wa jada…:)

Cita-citaku

Image

Apa cita-citamu sahabat??? mungkin ada yang menjawab ‘aku ingin menjadi dokter’, ‘cita-citaku guru’, ‘pilot’ dan lain sebagainya… Lalu apa cita-citamu meychan??? Cita-citaku banyak. sewaktu kecil ku bercita-cita ingin menjadi seorang dokter seperti kakak laki2ku. akan tetapi impian itu sepertinya terlalu tinggi karena ku tak berani menjamin kepintaran yang dititipkan Allah ini dapat menjadikanku dokter. Tau sendiri kan kalo dokter itu inteleknya naudzubillah, kayaknya tuh berwibawa banget, pasti genius banget yang bisa jadi dokter hehehe… akhirnya dibangku SMA, cita-citaku agak berubah. kini ku bercita-cita menjadi penterjemah, kerja di perusahaan Jepang ternama. akan tetapi passionku akan dunia pengobatan tidak luntur sedikit pun. buktinya aku sempat ikut exkul PMR, KIR walaupun hanya numpang absen hadir saja hihihi…:) tapi tak membuatku bersedih hati. bekal pengobatan dasar dan pengetahuan tentang obat2an herbal yang kudapat lewat keikutsertaanku dalam sebuah MLM herbal dan tibbun nabawai semasa kuliah dulu. Sedikit tahuku akan itu semua. selepas SMA ku memantapkan diri tuk masuk kuliah bahasa saja. Karena dari SMP mula ku memang senang akan bahasa. yaaa…awalnya senang bahasa kita tercinta, bahasa Indonesia, berlanjut ke bahasa Inggris, eh, nyenggol2 bahasa asing yang lain tuh. Bahasa Jepun tuh. maka dari itu ku ambil Bahasa dan Sastra Jepang sebagai jalan hidupku… ahay bahasanya lebee…

akhirnya ku habiskan hidup bersama bahasa Jepang selama 4 tahun, dan aku pun lulus dengan predikat cumlaude booo… alhamdulillah… tidak lama setelah hari wisudaku, selang 2 hari tepatnya…panggilan kerja datang padaku. menjadi translator&interpreter di perusahaan bergengsi didaerah bogor booo… alhamdulillah. baru kurasa “begini tho jadi penterjemah ntuh…” mantap tugasnya, mantap tanggungjawabnya, mantap juga salary-nya cuy… cukup untuk sesuap nasi-laaaah…hehehe 😛

Asli d sist, kalo kita punya kelebihan di bidang bahasa asing apalagi ditambah kemampuan di bidang yang lainnya juga kayak akutansi, farmasi ato nasi basi… upppppsss salah… DUNIA DALAM GENGGAMAN KITA. Yang penting harus balance… kita dalemin ilmu dunia, ilmu akhirat jangan dilupa. ya g sob… ya tho ya… ya tho ya tho… Selain passion yang menggebu2 sama bahasa, passion yang lainnya juga bejibun. cita-citaku tuk jadi seorang penulis yang menelorkan buku. Yaaaah…belum bisa nelorin karya berupa buku, nulis2 lagi di my blog n diary pun g masalah ya tho hehehe… impian lainnya tuk punya usaha sendiri belum…pingin nyemplungin diri juga ke bidang kuliner n handmade getoh. Butik juga belum. Punya rumah baca belum kesampean, punya rumah pemberdayaan anak n perempuan dengan nama Rumah Kejora juga. P

Ingin kul lagi nih. Apa lagi ya???? Ntar ya mo nyontek buku dulu hehehe… Ntar kapan2 dilanjut lagi dweh…

Ini ceritaku, apa ceritamu???

di mendungnya sore bekasi, 27 Maret 2013

Ya Robb membaca lagi coretan penaku di blog http://anawanata.blogspot.com/ membangkitkan kembali ghiroh/semangat tuk terus melangkah maju. HARUS meychan! >_<

Cumunguuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuut! Un, ganbarimasu. Dekiru wa! 🙂

Sentilan Kitab Washoya

Image

 

Kalian tuh seharusnya bersyukur, beruntung. Ngaji disini gratis, g di pungut biaya, para asatidznya juga dengan suka rela meluangkan waktu tuk bisa ngajar kalian, tanpa dibayar pula. Kalian masih malas-malasan ngaji, nuntut ilmu.

Begitulah ustadz Zaenal memberikan penjabarannya mengenai isi kitab Washoya malam Selasa lalu (10/06) saat aku terlambat masuk. Baru saja ku duduk setelah sebelumnya meminta izin tuk mengikuti pelajaran malam itu, seakan aku disentil. Bagaimana tidak? Beberapa kali aku tidak mengikuti pengajian yang diadakan Ponpes MQ Hayatinnur karena dikarenakan sakit, harus mengajar kursus, pulang kampung sambil berobat, kecapean dan segudang halangan lainnya. Aku malu! Sungguh malu. Seharusnya aku bersyukur tinggal di area Ponpes ini (apalagi aku istri dari salah seorang pengajar pondok) karena seharusnya ku dapat menuntut ilmu secara cuma-cuma disini. Aku malu dengan dengan santri/wati cilik yang penuh semangat datang tuk belajar malam-malam disini. Aku belum bisa mengalahkan musuh terbesarku, MALAS!

Ya Robbi… aku tidak mau terbelenggu sifat malas ini. Ku harus keluar tuk dapat belajar, tuk dapat menuntut ilmu, tuk dapat mengenal hal-hal baru dalam hidup.

ASLI! Pengajian malam Selasa lalu sungguh menyentil bagiku. Teguhkan hati ini tuk selalu dengan denganMu lewat ilmuMu ya Robb…Aamiiin…

 

Dini hari yang sepi

Jatimulya, 13 Juni 213